Cite This        Tampung        Export Record
Judul Sisi lain Diponegoro : Babad kedung kebo dan historiografi perang Jawa / Peter Carey ; penyunting, Candra Gautama
Pengarang Peter Carey (Pengarang)
Candra Gautama (Penyunting)
EDISI Cetakan 3
Penerbitan Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia, 2025
Deskripsi Fisik xxvi + 280 halaman :ilustrasi ;20 cm.
Konten Teks
Media Tanpa Perantara
Penyimpan Media Volume
ISBN 978-602-424-681-5
Subjek SEJARAH INDONESIA
Abstrak PERANG JAWA (1825-30) adalah suatu "tsunami" dalam sejarah Indonesia modern yang menghancurkan tatanan lama Jawa dan melahirkan sebuah pemerintah kolonial baru, Hindia Belanda (1818-1942). Perang total ini juga menjadi pemicu lahirnya historiografi baru. Untuk pertama kali dalam sastra Jawa modern muncul sebuah autobiografi-Babad Diponegoro (1832)-yang ditulis Pangeran Diponegoro (1785-1855) dalam pengasingan di Manado. Isu legitimasi kekuasaan menjadi hal yang diperdebatkan dengan seru. Apakah sang Pangeran murni memperjuangkan kebenaran sebagai Ratu Adil atau sebenarnya dimakan kepongahan kekuasaaan alias pamrih? Bagi mantan komandan hulptroepen (pasukan cadangan pribumi) di Bagelen, Raden Adipati Cokronegoro I, bupati perdana Purworejo pascaperang (menjabat 1831-1856), jawabannya sudah jelas: Diponegoro seorang yang hebat tapi memiliki kelemahan fatal: ambisi dan keangkuhan. Dalam naskah yang ditulis Cokronegoro dengan bantuan mantan panglima Diponegoro di Bagelen, Basah Pengalasan, Babad Kedung Kebo
Catatan Indeks : halaman 271 - 278
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online Perpustakaan Umum Daerah Kota Kediri

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000050971 959.8 PET s Dapat dipinjam Perpustakaan Umum Kota Kediri - ROBUSCA NGANGENI.ID Tersedia
00000050972 959.8 PET s Dapat dipinjam Perpustakaan Umum Kota Kediri - R. Baca Umum Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000023448
005 20260204083043
007 ta
008 260204################g##########0#ind##
020 # # $a 978-602-424-681-5
035 # # $a 0010-0226000021
082 # # $a 959.8
084 # # $a 959.8 PET s
100 0 # $a Peter Carey$e Pengarang
245 1 # $a Sisi lain Diponegoro : $b Babad kedung kebo dan historiografi perang Jawa /$c Peter Carey ; penyunting, Candra Gautama
250 # # $a Cetakan 3
264 # # $a Jakarta :$b Kepustakaan Populer Gramedia,$c 2025
300 # # $a xxvi + 280 halaman : $b ilustrasi ; $c 20 cm.
336 # # $a Teks$2 rdacontent
337 # # $a Tanpa Perantara$2 rdamedia
338 # # $a Volume$2 rdacarrier
505 # # $a Indeks : halaman 271 - 278
520 # # $a PERANG JAWA (1825-30) adalah suatu "tsunami" dalam sejarah Indonesia modern yang menghancurkan tatanan lama Jawa dan melahirkan sebuah pemerintah kolonial baru, Hindia Belanda (1818-1942). Perang total ini juga menjadi pemicu lahirnya historiografi baru. Untuk pertama kali dalam sastra Jawa modern muncul sebuah autobiografi-Babad Diponegoro (1832)-yang ditulis Pangeran Diponegoro (1785-1855) dalam pengasingan di Manado. Isu legitimasi kekuasaan menjadi hal yang diperdebatkan dengan seru. Apakah sang Pangeran murni memperjuangkan kebenaran sebagai Ratu Adil atau sebenarnya dimakan kepongahan kekuasaaan alias pamrih? Bagi mantan komandan hulptroepen (pasukan cadangan pribumi) di Bagelen, Raden Adipati Cokronegoro I, bupati perdana Purworejo pascaperang (menjabat 1831-1856), jawabannya sudah jelas: Diponegoro seorang yang hebat tapi memiliki kelemahan fatal: ambisi dan keangkuhan. Dalam naskah yang ditulis Cokronegoro dengan bantuan mantan panglima Diponegoro di Bagelen, Basah Pengalasan, Babad Kedung Kebo (1843), Cokronegoro seperti menjawab autobiografi sang Pangeran. Versi sejarah Perang Jawa ini membenarkan pilihan Cokronegoro untuk memihak kepada Belanda. Kekuasaan kolonial baru yang bercokol telah menjadi masa depan bangsa dan belum saatnya untuk mengusir kaum penjajah. Maka mengharapkan muncul seorang Juru Selamat alias Ratu Adil amat terlalu dini. Buku ini, yang didasarkan pada dua tulisan kunci pakar Perang Jawa, Peter Carey, pada pertengahan 1970-an, tentang Babad Kedung Kebo dan historiografi Jawa, merupakan pengantar inspiratif untuk sejarawan. Buku ini mengajak kita untuk mengerti bahwa sejarah Jawa pada awal abad ke-19 sangat beraneka ragam dan historiografi lokal sangat kaya. Tulisan Cokronegoro juga memperingatkan kita bahwa tidak ada satu versi sejarah yang benar. Babad Kedung Kebo menjadi salah satu bahan yang mengukir dunia Jawa.
650 # 4 $a SEJARAH INDONESIA
700 0 # $a Candra Gautama$e Penyunting
856 # # $a Perpustakaan Umum Daerah Kota Kediri
990 # # $a 51255/PU-KDR/PB/2025
990 # # $a 51256/PU-KDR/PB/2025
Content Unduh katalog